Ketika Rasa Takut Membungkam Kebenaran
Tetapi perjuangan menjaga lingkungan tidak seharusnya dibayar dengan rasa takut.
Tidak seharusnya seorang istri menghabiskan malam-malamnya memikirkan apakah suaminya akan pulang dengan selamat. Tidak seharusnya anak-anak tumbuh di bawah bayang-bayang ancaman hanya karena ayah mereka memilih mempertahankan hutan mangrove.
Yang ia pertahankan bukan sekadar pohon-pohon mangrove. Ia sedang menjaga ruang hidup yang kelak diwariskan kepada anak-anaknya.
Namun perjuangan seperti itu hanya mungkin terus hidup apabila negara memastikan mereka yang memperjuangkan kepentingan publik tidak dibiarkan menghadapi ancaman sendirian.
Sebab hukum tidak pernah menemukan kebenaran dengan sendirinya. Kebenaran selalu datang melalui seseorang yang berani berbicara. Dan keberanian tidak lahir karena manusia tidak memiliki rasa takut. Keberanian tumbuh ketika seseorang percaya bahwa negara hadir melindunginya.
Itulah mengapa perlindungan saksi dan korban bukan sekadar layanan hukum. Ia adalah cara negara memastikan rasa takut tidak memenangkan keheningan.
Sebab ketika rasa takut berhasil membungkam satu orang, yang hilang bukan hanya satu suara. Yang ikut hilang adalah kesempatan hukum menemukan kebenaran. Dan ketika kebenaran gagal ditemukan, keadilan hanya akan tinggal menjadi janji.
Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan perlindungan saksi dan korban bukanlah berapa banyak orang yang diselamatkan. Melainkan berapa banyak orang yang tetap berani mengatakan kebenaran, tanpa membuat orang yang paling mereka cintai suatu malam berkata pelan, "Sudahlah, Pak, berhenti saja."








Komentar