Ketika Rasa Takut Membungkam Kebenaran
Anak yang dulu mencari uang jajan di antara akar bakau itu kini menghabiskan hidupnya untuk menanam kembali hutan yang telah membesarkannya.
Ketika Menanam Berarti Melawan
Semula, yang datang hanya cibiran.
Sebagian warga menganggap Azizi membuang waktu. Menanam mangrove dianggap pekerjaan sia-sia karena tidak menghasilkan uang. Julukan "orang gila" sudah cukup akrab di telinganya.
Namun, keadaan berubah ketika perjuangannya mulai bersinggungan dengan kepentingan yang lebih besar.
Di sepanjang pesisir Batu Bara, hutan mangrove terus menyusut. Sebagian berubah menjadi tambak udang, sebagian lagi dibuka untuk perkebunan kelapa sawit. Padahal, bagi Azizi, hilangnya mangrove berarti hilangnya benteng alami yang selama ini melindungi kampung-kampung pesisir dari abrasi.
Karena itu, ia menolak ketika kawasan yang sedang dipulihkannya hendak dialihfungsikan menjadi kebun sawit.
Penolakan itulah yang, menurut Azizi, mengubah semuanya.
Orang-orang tak dikenal beberapa kali datang ke rumahnya. Ia juga harus bolak-balik memenuhi panggilan aparat setelah dilaporkan oleh sejumlah pihak. Ancaman itu tidak hanya diarahkan kepada dirinya, tetapi juga membuat keluarganya hidup dalam kecemasan.








Komentar