Ketika Rasa Takut Membungkam Kebenaran
Bagi Azizi, tekanan itu adalah risiko perjuangan.
Bagi Supriana, setiap ketukan di pintu rumah pada malam hari menghadirkan pertanyaan yang sama: apakah keluarganya masih aman?
Namun kisah Azizi sesungguhnya bukan hanya tentang mangrove. Ia memperlihatkan bagaimana rasa takut bekerja membungkam seseorang.
Di berbagai daerah, intimidasi masih menjadi salah satu alasan utama mengapa korban, saksi, maupun warga yang memperjuangkan kepentingan publik memilih diam.
Mengapa Rasa Takut Membuat Manusia Memilih Diam?
Mengapa ancaman seperti itu mampu membuat seseorang memilih diam?
Menurut psikolog forensik Irna Minauli, ketika ancaman terus-menerus menyasar seseorang dan keluarganya, respons yang paling umum justru bukan melawan, melainkan menghindar demi keselamatan. Dalam situasi seperti itu, perhatian seseorang menyempit pada ancaman yang dihadapi, sementara semangat memperjuangkan keadilan perlahan memudar.
Irna menjelaskan bahwa ketakutan merupakan respons adaptif ketika seseorang menghadapi ancaman, intimidasi, atau teror. Dalam situasi itu, tubuh dan pikiran akan berusaha bertahan.
Ada yang memilih melawan, ada yang menghindar, ada yang membeku, bahkan ada yang berusaha menyenangkan pihak yang mengancam. Dalam psikologi, respons itu dikenal sebagai fight, flight, freeze, dan fawn.








Komentar