Marwah DPI Sebagai Pegangan Keadilan Pers
Salah satu pola penulisan kalimat yang rancu misalnya ; antara "Kompetensi" dan "Kompeten". Kesalahan yang sering ditemui dalam banyak tulisan, ketika kata "Kompetensi" terletak di akhir kalimat dan sebaliknya kata "Kompeten" sering ditulis di awal kalimat, artinya itu merupakan sebuah kejanggalan dalam menulis.
Di mana seharusnya, kata "Kompetensi" ditulis di bagian awal atau pertengahan kalimat. Lalu, kata "Kompeten" lebih baik ditempatkan pada akhir kalimat.
Contoh :
- Kompetennya Ridho dalam bekerja sangat diakui. (penempatan salah)
+ Kompetensinya Ridho dalam bekerja sangat diakui.
- Ridho adalah orang yang sangat kompetensi. (penempatan salah)
+ Ridho adalah orang yang sangat kompeten.
Seorang jurnalis mesti bisa mencari bahan tulisan yang belum pernah atau jarang di baca oleh pembaca, terutama untuk penempatan judul. Sebab, bahan tulisan akan menjadi suatu informasi yang berguna bagi pembaca dan penempatan judul akan menjadi magnet bagi pembaca untuk membaca isi berita.
Belum lagi teknis tulisan tentang orientasi publik. Artinya, tulisan yang ditulis harus disesuaikan dengan publik, bahwa publik manakah yang akan membacanya.
Selain itu, orientasi publik akan dapat membantu kelancaran tulisan yang telah kita suguhkan karena kita tahu pasti sasaran informasi yang dituju.
Jika penjelasan tentang semua metode atau teori penulisan yang harus dikuasai oleh seorang wartawan, terus dipaparkan. Tentunya, akan semakin panjang jika dilanjutkan.
Belum lagi, menyoal teknis liputan ataupun tugas investigasi. Dalam tugas ini, kompeten atau tidaknya seorang wartawan itu, juga merupakan penilaian penting.
Selain kejelian dan kemampuan dalam menyikapi kondisi lapangan, adalah kecepatan dan kepiawaian ia dalam memanfaatkan keadaan. Misalnya ketika sedang melakukan investigasi.








Komentar