Difitnah Media, Orangtua MY: Jangan Rekayasa, Kuasa Hukum Ajukan Prapid dan Adukan Penyidik
Tak berselang lama suasana makin ramai karena ibu korban pun tiba di rumah MY. Lalu MY diajak berboncengan ke lapangan yang berhadapan dengan rumah Koko oleh ipar Koko.
Baca juga: Sidak di Satlantas, Kapolrestabes Medan Sebut Unsur ini
"Sampai di lapangan depan rumah Koko, Y duduk lalu dipukul oleh S, kayak bar bar begitulah, tidak puas hanya (di pukul) sekali, lalu di pukul lagi," jelas Sri.
Usai ribut ribut, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan visum ke Rumah Sakit (RS) terdekat.
"Kami berangkat ke Rumah Sakit Sembiring, kami tiba di Rumah Sakit Sembiring, pihak korban pun tiba di RS, termasuk membawa korban, posisinya anak ini (N) sehat," jelas Muhammad Yahya.
Baca juga: Propam Polda Sumut Resmi Memecat AKBP Achiruddin Hasibuan dari Polri
Namun, visum batal dilaksanakan dan saat itu rencananya visum akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
Saat masih tempat yang sama datang sejumlah orang yang mengaku dari pihak Kepolisian menghampiri Muhammad Yahya, ia pun meminta untuk menangkap anaknya apabila bersalah.
"Ya udah kalau di tangkap, tangkap anakku, aku bilang begitu. Sama aku ngak masalah, kalau memang salah anakku, tangkap saja," ujarnya.
Baca juga: Polres Sergai Bantah, Polda Sumut Cek Perkara, PH: Jangan Takuti Korban
"Jadi kami pulang rumah kami pun di jaga sama orang orang yang memukul anak saya ini, kami biarkan saja," lanjutnya.








Komentar