Pemimpin Wong Cilik, Megawati dan Jokowi Jangan Dibenturkan
Jika tidak dipulihkan kekuatan politik, dibuatkan normalisasi hubungan Jokowi dan Megawati atau PDI Perjuangan, maka ancaman badai besar dalam pertarungan politik 2024 akan melanda gerbong politik atau geng politik Megawati – Jokowi atau Jokowi – Megawati yang dibangun saat ini. Jangan sampai ‘’jaga nyala bhinneka’’ yang digelorakan Puan Maharani meredup.
Baca juga
Jokowi Menuju Panggung Dunia: Nobel Perdamaian dan Sekjend PBB!
Ketika kesadaran bersatu, mengedepankan kepentingan kolektif antara Jokowi dan Megawati, maka kekuatan lain akan mengacak-ngacak kebersamaan yang telah dibangun. Pastilah peristiwa seperti ini tidak by insiden. Melainkan by design. Yang dampaknya akan meluluhlantakkan soliditas Megawati Jokowi.
Dalam wawancara dengan TV One, Benny Rhamdani sebetulnya menyejukkan hubungan Jokowi Megawati. Tidak ikut memanas-manasi situasi. Benny memberi sinyal, menyampaikan ajakan bahwa pentingnya politik dengan etika dan moralitas, jaling kebersamaan. Tidak perlu lagi saling hastu, tidak perlu saling sikut sebagai sesama kawan koalisi terlebih.
Visi politik besar Benny tergambarkan dalam argumentasinya yang runut. Cara pandang yang rasional dipaparkan melalui dialog live TV, tanggal 13 Januari 2023 tersebut. Sebagai politisi senior, Benny yang juga pernah memimpin Komite I DPD RI, mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara itu menyajikan cara pandang yang lengkap terkait respon terhadap pidato Megawati.
Pelajaran politik yang perlu dipetik publik, dari pidato Megawati pada HUT PDI Perjuangan ke-50, yang dilaksanakan di JIExpo Kemayoran Jakarta, Selasa, (10/1/2023), ialah membaca sebuah realitas secara jernih, tidak tendensius. Apalagi yang kaitannya dengan peristiwa politik. Jika salah menyampaikan pernyataan, maka hanya menyumbangkan kegaduhan.
Baca juga
Jejak Langkah Pemuda, Polarisasi, dan Panggilan Moral
Yang harus dikedepankan itu narasi kedamaian. Persatuan, sikap toleran, dan mengormati antara satu dengan yang lian. Memahami atau sadar posisi juga menjadi bagian penting, menjadi indikator bagi pemimpin publik untuk mengambil kesimpulan, keputusan, yang kemudian bila diminta untuk berkomentar tidak serampangan. Tidak asal-asalan memberi reaksi. Seluruh pemimpin politik kita harapkan dapat meninggalkan legacy bagi generasi mendatang.







Komentar