Sekilas Info

Pemimpin Wong Cilik, Megawati dan Jokowi Jangan Dibenturkan

Kolase | Presiden Joko Widodo dan Megawa Soekarnoputri

Jangan hanya berfikir kepentingan pribadi dan mengembangkan semangat komunitas. Lantas, mengabaikan keberadaan publik (rakyat). Ini juga salah satu ketimpangan ketika dilestarikan, tidak dihentikan. Tugas kita semua, kaum intelektual, mereka yang merasa sudah sadar, mengemban tugas mencerahkan, sejatinya hadir memberi solusi. Menjernihkan situasi yang keruh.

Bukan membuat argumentasi saling menyudutkan. Menyerang dan membela diri secara membabi-buta, sehingga persatuan nasional menjadi terganggu. Implikasinya, kehendak atau aspirasi rakyat tidak menjadi prioritas dalam perjuangan politik. Politisi kita disibukkan dengan urusan yang tidak substansial.

Masih banyak hal penting yang perlu diurus di republik Indonesia tercinta. Bukan sekedar saling menyalahkan, saling mengadili argumen. Bukan disitu problem bangsa ini. Elit politik harus lebih mengerti kondisi politik nasional, jangan terbawa dengan urusan teknis dan operasional semata.


Baca juga
Politik Identitas Bukan Hal Tabu


Jangan melupakan urusan prinsip mengurus kesejahteraan rakyat. Sibuk saling sindir di media massa, saling nyinyir di media sosial (Twitter), ramai dan heboh di jagat maya, namu sepi dalam kerja-kerja konkrit untuk rakyat. Hal semacam itulah yang harus dievaluasi. Kita semua wajib saling mengingatkan. Bahwa ada urusan lain yang lebih urgen dan super prioritas, bukan sibuk memanas-manasi dengan pernyataan Megawati.

Benny Rhamdani hadir melerai disaat sebagian pihak mendramatisasi, membuat keruh situasi. Mungkin ada yang tertawa dan tersenyum merasa berhasil, puas jika melihat Megawati dan Jokowi bentrok. Mereka lupa 2 tokoh bangsa ini secara emosional, intelektual, pengalaman, lebih matang dari yang memanas-manasi situasi tersebut.

Singkatnya, Megawati dan Jokowi tidak mudah diprovokasi. Megawati sendiri merupakan Presiden Indonesia ke-5, lalu Jokowi juga Presiden 2 periode. Jokowi sebagai Presiden ke-7. Sudah pasti para pembuat gaduh akan gagal membentur-benturkan situasi tersebut. Megawati dan Jokowi secara emosional, hubungan personal pastilah sangat baik. Sebagaimana kata Puan Maharani, anak Megawati yang mengatakan Jokowi sudah dianggap sebagai Adiknya Megawati.


Baca juga
Perempuan dalam Kesetaraan Politik, Menyongsong Pemilu 2024


Penulis: Amas Mahmud, Ketua Bidang Pelindungan Pekerja Migran DPP KNPI

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Amas Mahmud
Editor: Redaksi

Baca Juga