Sekilas Info

Pemimpin Wong Cilik, Megawati dan Jokowi Jangan Dibenturkan

Kolase | Presiden Joko Widodo dan Megawa Soekarnoputri

Namun juga karena kekuatan, dan keunggulan Jokowi secara personal. Beliau dianggap pempin simple, yang low profile. Tidak melangit, melainkan bersikap membumi. Faktor ini perlu dihitung, karena menjadi magnet, menjadi modal untuk memenangkan Jokowi yang notabene didukung PDI Perjuangan.

Begitu pula peran, kelebihan, dan kekuatan PDI Perjuangan sebagai partai politik. Secara legal formal, PDI Perjuangan melengkapi kemenangan Jokowi. Karena untuk menjadi calon Presiden, Jokowi memerlukan tiket partai politik untuk mendaftar ke KPU. Jadi keduanya, Jokowi dan Megawati saling take and give.

Pernyataan tidak elok, tidak pantas, dianggap seolah-olah dilakukan Megawati. Satu dua pihak geram atas hal itu. Terlebih mereka yang senang ‘’menggoreng’’, doyan mencari-cari kelemahan Ketum Umum PDI Perjuangan. Sehingga, diksi kemenangan Jokowi seolah-olah disimpulkan karena kekuatan PDI Perjuangan, dinilai tidaklah fair. Bahkan, didramatisasi.


Baca juga
Bangkitnya “Wisanggeni” Dalam Spirit Pemuda


Faktor figur Jokowi sangat penting. Bisa jadi yang disampaikan Megawati adalah guyon. Karena Megawati, serta PDI Perjuangan, kata Benny telah memiliki kesadaran politik. Yang mengerti betul bagaimana pengaruh figur tertentu, dan bagaimana peran partai politik. Artinya, kedua kekuatan tersebut harus bersatu atau disatukan.

Sepertinya ada kekuatan eksternal yang sangat berkepentingan membuat renggang Jokowi dan Megawati agar berkonflik. Padahal kalau mau jujur, demi kebenangan bersama keduanya sangat membutuhkan. Tidak boleh dipolarisasi. Ketika Jokowi dan Megawati terbelah, maka kekalahan akan terjadi dalam Pemilu 2024.

Sepak terjang Megawati di panggung politik juga tak bisa diabaikan. Mega pernah menjadi Presiden Republik Indonesia. Politisi perempuan yang memiliki nama lengkap Prof. Dr. Hj. Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri, lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947 ini punya keberpihakan pada nasib wong cilik yang tak perlu diragukan lagi.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Amas Mahmud
Editor: Redaksi

Baca Juga