Lau Debuk-Debuk Menangis: Ketika Surga Alam Dijadikan Ladang Pemerasan
Padahal viralitas memiliki umur pendek. Ketika perhatian publik bergeser, komitmen pemerintah sering kali ikut meredup. Karena itu, ukuran keberhasilan bukanlah seberapa cepat pemerintah bereaksi ketika video menjadi viral, melainkan seberapa konsisten mereka bekerja ketika kamera sudah tidak lagi menyorot.
Suara warga Doulu dan Semangat Gunung juga tidak boleh diabaikan. Pariwisata yang sehat tidak bisa dibangun melalui keputusan sepihak. Ia harus lahir dari musyawarah dan rasa memiliki bersama.
Pada akhirnya, Lau Debuk-Debuk sedang berdiri di persimpangan jalan.
Ia bisa menjadi destinasi kelas dunia yang membanggakan Sumatera Utara. Atau sebaliknya, menjadi contoh bagaimana keindahan alam dikalahkan oleh keserakahan manusia.
Pilihan itu tidak ditentukan oleh Sinabung. Tidak pula oleh air panas yang mengalir dari perut bumi.
Pilihan itu ada pada kita.
Lau Debuk-Debuk pantas mendapatkan lebih baik. Masyarakat Karo pun demikian.








Komentar