Sekilas Info

Lau Debuk-Debuk Menangis: Ketika Surga Alam Dijadikan Ladang Pemerasan

Kasus yang dialami selebgram Dinda Anwar menjadi contoh nyata. Ia sudah membayar retribusi resmi melalui barcode, tetapi beberapa ratus meter kemudian kembali diminta membayar uang tunai tanpa karcis.

Teknologi ada. Sistem digital berjalan. Namun pungli tetap hidup berdampingan dengannya.

Di sinilah kita perlu jujur: teknologi bukan obat untuk semua penyakit sosial.

QR code tidak bisa menumbuhkan rasa malu. Aplikasi digital tidak bisa menggantikan hati nurani. Sistem secanggih apa pun akan gagal jika manusianya masih merasa berhak mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Karena itu, solusi untuk Lau Debuk-Debuk tidak cukup dengan digitalisasi.

Yang dibutuhkan adalah perubahan cara pandang.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis: Fauzan Nur Ahmadi
Editor: Redaksi DailyKlik
Photographer: Dokumen Dailyklik

Baca Juga