Lau Debuk-Debuk Menangis: Ketika Surga Alam Dijadikan Ladang Pemerasan
Peristiwanya berbeda, tetapi polanya sama: penertiban datang, berita ramai, pelaku ditangkap, lalu semuanya kembali seperti semula.
Karena itu, masalah utama di Karo bukan lagi soal menangkap pelaku pungli. Persoalannya jauh lebih dalam. Kita sedang menghadapi kegagalan sistem yang dibiarkan berlangsung bertahun-tahun.
Pernyataan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution layak dicermati. Menurutnya, kondisi ini tidak sepenuhnya salah masyarakat karena sebelumnya pemerintah daerah juga melakukan pungutan di kawasan yang sama. Masyarakat akhirnya belajar bahwa meminta uang kepada orang yang lewat adalah sesuatu yang biasa.
Pengakuan itu penting.
Sebab budaya pungli tidak tumbuh di ruang kosong. Ia lahir dari ketidakjelasan aturan dan pembiaran yang berlangsung terlalu lama.
Ketika pemerintah menarik diri tanpa sosialisasi yang baik, kekosongan itu segera diisi kelompok-kelompok yang merasa memiliki hak atas jalur wisata tersebut. Akibatnya, wisatawan dipungut berkali-kali untuk tujuan yang sama.








Komentar