Dorong Pegawai Asah Skill Jurnalistik, BPODT Gelar Pelatihan di Toba Caldera Resort
Sesi berikutnya bersama Risky Cahyadi mengupas cara mendokumentasikan acara dalam video singkat yang padat informasi. Risky mencontohkan liputannya tentang Festival Hantu Lapar di Vihara Gunung Timur, Medan, yang berhasil dikemas dalam video berdurasi hanya dua menit tanpa kehilangan momen penting.
Devis Karmoy kemudian membedah perbedaan karya jurnalistik, content writing, dan copywriting. Menurutnya, tulisan yang menarik dapat menjadi alat promosi wisata yang ampuh.
Pada sesi terakhir, Dedy Hutajulu mengajak peserta mengenal TEMPLATE FAKTA sebelum mulai menulis berita. Template ini berisi panduan sederhana berbasis rumus 5W+1H (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana). Dengan format yang jelas, peserta jadi lebih mudah mengumpulkan informasi penting dari lapangan, baik melalui observasi maupun wawancara.
Banyak peserta mengaku template tersebut sangat membantu mereka yang sebelumnya bingung harus mulai dari mana. Setelah semua kolom terisi, menulis berita terasa lebih ringan dan terarah. Mereka hanya perlu merangkai poin-poin yang sudah ada menjadi paragraf yang runtut.
Antusiasme peserta membuat suasana pelatihan kian hidup. Mereka sangat aktif bertanya dan memamerkan hasil karya. Juan tampak sangat bersemangat menunjukkan tulisannya, sementara Via dengan percaya diri membacakannya di depan teman-temannya.








Komentar