Sinergi Digitalisasi dan Jaminan Sosial: Kunci Koperasi Desa Menghadapi Tantangan Zaman
DAILYKLIK.ID, MEDAN - Koperasi desa kini berada di persimpangan jalan antara tantangan manajerial dan peluang besar di era digital. Dalam diskusi tematik bertajuk 'Koperasi Masa Kini: Tantangan atau Peluang', para pemangku kepentingan menyoroti pentingnya profesionalisme pengelola serta perlindungan jaminan sosial sebagai fondasi utama kemandirian koperasi.
Staf Khusus Menteri Koperasi RI, Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum mengungkapkan bahwa keberhasilan koperasi desa sangat bergantung pada sinergi antara masyarakat dan perangkat desa. Dalam struktur ini, Kepala Desa menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas secara ex-officio untuk memastikan usaha desa benar-benar melayani kebutuhan warga.
Namun, Prof. Ambar menggarisbawahi kendala klasik yang masih menghantui, yakni keterbatasan modal dan rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Banyak pengurus koperasi baru yang lahir dari program revitalisasi pemerintah belum memiliki pengalaman mumpuni.
"Sering terjadi kesalahpahaman, di mana calon pengurus menanyakan gaji dari pemerintah sebelum mulai bekerja. Padahal, secara prinsip, gaji pengurus harus bersumber dari hasil usaha atau Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi itu sendiri," tegas Prof. Ambar Pertiwiningrum saat diskusi di Medan, Kamis, (16/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya pemetaan data. Tanpa data yang akurat melalui Sistem Informasi Desa (Simkudes), koperasi akan sulit mendapatkan kepercayaan perbankan.
"Banyak rencana bisnis ditolak bank karena targetnya tidak realistis atau jumlah anggotanya terlalu sedikit," tambah Prof. Ambar Pertiwiningrum.








Komentar