Dua Kelompok Mahasiswa Geruduk Polres, Kejaksaan, dan DPRD Sikka: Suara Rakyat Menggema di Maumere
Aksi berlanjut ke Kantor DPRD Sikka. Sempat terjadi dorong-dorongan di gerbang, tapi akhirnya massa diizinkan masuk ke ruang sidang utama. Di hadapan Ketua DPRD Stefanus Sumandi, mereka memperluas tuntutan: pembatalan UU TNI Nomor 3 Tahun 2025, penolakan program Makan Bergizi Gratis, hingga penetapan UMR Kabupaten Sikka. Ketua DPRD menegaskan aspirasi itu akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme.
Meski sempat diwarnai bakar ban dan ketegangan di pintu gerbang, aksi sejak pukul 11.00 hingga 15.30 Wita berlangsung aman dan terkendali. Tidak ada pelemparan batu atau kericuhan besar. Kapolres Bambang Supeno bersama Dandim Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana ikut mengawal jalannya aksi hingga usai.
Aksi ditutup dengan doa bersama. PMKRI maupun Cipayung Plus sama-sama berharap suara mahasiswa tak hanya didengar, tetapi diwujudkan menjadi kebijakan nyata demi perbaikan bangsa dan daerah.








Komentar