Perang Tarif: Memukul atau dipukul? Ekonomi Berdikari, Di Mana Engkau Kini?
Ekonomi berdikari bertumpu pada potensi rakyat. Kerangka ekonomi dibangun dalam pengerahan semua potensi ekonomi untuk kebutuhan dalam negeri.
Bung Karno juga menetapkan standar kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, serta menyiapkan tenaga-tenaga ahli, kejuruan dan terampil untuk nanntinya menjalankan industri dalam negeri.
Pada pidato Amanat Presiden II, 9 Januari 1960, Bung Karno memberikan gambaran makro ekonomi Indonesia ke depan:
Pertama, seluruh kegiatan produksi, pertanian dan perindustrian baik yang diusahakan pemerintah maupun swasta harus memenuhi kepentingan rakyat banyak terutama sektor primer.
Kedua, seluruh kegiatan distribusi diatur sedemikian rupa agar barang-barang keperluan sehari-hari sampai dengan cepat dan merata ke tangan rakyat.
Ketiga, segala kegiatan pertanian dan industri dibawa ke tingkat ekspor barang-barang jadi yang artinya menambah lapangan kerja bagi masyarakat dan pendapatan negara.








Komentar