Sekilas Info

Perang Tarif: Memukul atau dipukul? Ekonomi Berdikari, Di Mana Engkau Kini?

Fatah Baginda Gorby Siregar

Ada banyak pungutan dari pajak, cukai, hingga bea impor pada barang yang diimpor. Dalam praktik perdagangan internasional, tidak jarang satu negara memberikan tarif tinggi kepada barang tertentu dari negara lain.

Ada banyak tujuan dari pemberlakuan tersebut seperti melindungi industri dalam negeri, mengurangi defisit, hingga mencegah dumping ataupun karena tujuan politik.

Besaran ekspor Indonesia ke Amerika sebesar $28,1 milyar pada 2024 sementara itu besaran ekspor Amerika ke Indonesia yaitu $10, 2 milyar mendapatkan defisit $17,9 milyar.

Artinya, dari total impor barang Indonesia, Amerika mengalami defisit sebanyak 64 persen. Nilai itu tampaknya dikejar Donald Trump dengan menaikkan tarif 32 persen untuk setiap komoditi Inodnesia yang masuk ke negaranya.

Tentunya hal ini berpengaruh terhadap komoditas unggulan Indonesia terhadap Amerika seperti CPO, tekstil, garmen, alas kaki serta produk tambang seperti nikel, batubara dan lainnya.

Tentu hal ini juga berimplikasi kepada penurunan produksi dalam negeri, jatuhnya komoditas harga, para pengusaha mengurangi tenaga kerja untuk mengurangi biaya produksi dan lainnya.

Menurut laporan dari Antara, sejumlah produk pertanian unggulan Indonesia diekspor ke Amerika Serikat, seperti kopi, minyak kelapa sawit, dan kakao.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Dedy Hu
Photographer: Dokumen Pribadi

Baca Juga