Sekilas Info

Perang Tarif: Memukul atau dipukul? Ekonomi Berdikari, Di Mana Engkau Kini?

Fatah Baginda Gorby Siregar

Berdasarkan data pada 2023, Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama ekspor Indonesia hingga mencapai $215,5 juta. Ini menjadikannya salah satu pasar terbesar untuk kopi Arabika dan Robusta dari Indonesia.

Dengan adanya kebijakan Tarif Trump, sektor pertanian diprediksi juga terkena dampaknya. Lantas apa langkah yang akan ditempuh selanjutnya? Pemerintah berencana melakukan negosiasi ulang terhadap besaran tarif di antara dua negara sembari melakukan kebijakan deregulasi.

Penyederhanaan itu berupa reformasi perpajakan bea dan cukai, penghapusan kuota impor, penyederhanaan tata niaga impor berbasis IT dan data, digitalisasi proses transaksi pada Pelabuhan, bandara, jalur-jalur distribusi logistik.

Tentunya kita menyambut baik langkah yang dilakukan pemerintah itu. Akan tetapi kondisi perekonomian nasional harus dibarengi dengan menguatkan pasar domestik, memberikan kemudahan bagi para petani untuk meningkatkan produktivitasnya, menguatkan industri dalam negeri khususnya barang substitusi impor dan memastikan stok komoditas pangan nasional dalam keadaan aman.

'Berdiri di atas kaki sendiri', bukan hanya slogan. Ekonomi berdikari merupakan formulasi kebijakan pemerintah era Bung Karno dalam memusatkan perekonomian di rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.

Pada waktu itu, Bung Karno percaya, negara yang mandiri secara ekonomi tidak akan mampu didikte oleh bangsa manapun. Bung Karno tidak anti akan modal dan investasi asing. Akan tetapi modal dan investasi asing diajak bekerjasama bahu membahu untuk memperkuat industri dalam negeri.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Dedy Hu
Photographer: Dokumen Pribadi

Baca Juga