Djarot Desak Polisi Kejar Aktor Intelektual Penganiaya Timses PDI Perjuangan di Langkat
Anggota Komisi IV DPR RI ini menyampaikan bahwa PDI Perjuangan ikut berduka dan menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut.
"Bapak Rolan (korban) ini tidak tahu apa-apa. Ia hanya mau melindungi keluarganya. PDI Perjuangan dalam hal ini akan terus mengawal para korban dan warga yang diintimidasi," ungkap Djarot.
Kandidat Cagup Sumut tahun 2018 itu menuturkan bahwa pihaknya menyayangkan, akibat kejadian tersebut aktivitas warga terhenti, seperti proses belajar mengajar di sekolah.
BACA JUGA
Unsur Kecurangan TMS Menghiasi Pilpres 2024, TPN : Merugikan Ganjar-Mahfud
PDI Perjuangan Siap Menjadi Oposisi, Berjuang Bersama Gerakan Masyarakat Sipil
"Para korban enggan pulang, karena takut kondisi belum kondusif. PDI Perjuangan akan turut membantu hingga situasi aman dan terkendali," jelasnya.
Djarot juga mendesak, kepolisian untuk mengusut tuntas aktor intelektual di belakang kejadian itu. Menurutnya, peristiwa tersebut diduga karena persaingan antar caleg kabupaten.
"Inilah akibat pemilu yang brutal, di mana korban dan istrinya berprofesi sebagai guru. Kasihan anak-anak kita di sana tidak bersekolah karena kejadian ini," tuturnya.
BACA JUGA
Biro Humas Kemenpora Gelar FGD Kehumasan, Ingin Kebijakan Menyentuh Masyarakat








Komentar