Diaspora NTT Sepakat Memerangi Human Trafficking, Flobamora Provinsi Sumut Segera Terbentuk
Sementara itu, agamawan asal NTT RV Martinus Nule SVD yang turut hadir mengatakan bahwa, pentingnya penanganan persoalan human trafficking yang kerap dialami tenaga kerja asal NTT di Medan.
Pastor Martinus Nule juga berharap agar keberadaan Diaspora NTT di Sumut dapat berperan dalam proses pembangunan di segala sektor di Sumatera Utara.
Hal senada disampaikan AKBP Alexander S Soeki, Perwira Menengah Polisi itu berharap melalui forum Silaturahim Diaspora NTT se Sumut ini dapat memberikan dampak yang psotifi bagi kemajuan di Sumatera Utara.
Baca juga: Buka Expo Alor XIV, Gubernur NTT: Kemunduran Ekonomi Akibat Kecemasan Masyarakat
Pembentukan Flobamora
Pertemuan Silaturahim ini sekaligus membahas pembentukan organisasi kemasyarakatan (Ormas) asal NTT di Sumut. Diaspora NTT pun sepakat untuk membentuk kepengurusan melalui tim formatur yang telah disepakati bersama dalam pertemuan tersebut.
Ketua Tim Formatur Devis Karmoy menyebut timnya diberi waktu sebulan untuk menyiapkan mekanisme pencalonan Ketua Rumah Besar Flobamora Indonesia Provinsi Sumatera Utara.
Nama dan bentuk organisasi menjadi perbincangan hangat dalam pertemuan itu. Namun forum silaturahim Diaspora NTT setuju mengikuti nama Rumah Besar Flobamora Indonesia yang sebelumnya telah terbentuk di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.
Baca juga: Media Internasional Sebut Siswa Masuk Sekolah Jam 5 di NTT Seperti Zombie

Saat ini Rumah Besar Flobamora Indonesia yang berkedudukan di DKI Jakarta dipimpin oleh Ketua Umum DR Kombes Pol (Purn) Alfons Loemau.
Sebutan Flobamora sendiri merupakan akronim dari gugusan gugusan pulau besar di wilayah NTT yang didalamnya menghimpun nama kabupaten/kota di Provinsi NTT, antara lain Flores, Sumba, Timor dan Alor (Flobamora).








Komentar