Kebijakan Spin-off Unit Simpan Pinjam Koperasi: Memperkuat atau Justru Memecah Koperasi?
Ketiga, biaya kelembagaan dapat meningkat. Badan hukum baru membutuhkan struktur organisasi, pengawasan, administrasi, sistem akuntansi, sumber daya manusia, serta biaya kepatuhan yang tidak sedikit.
Keempat, sinergi antara unit simpan pinjam dengan unit usaha lainnya dapat melemah. Padahal, dalam koperasi sektor riil, pembiayaan sering kali menjadi bagian penting untuk menopang aktivitas ekonomi anggota.
Kelima, hubungan pelayanan kepada anggota berpotensi menjadi lebih transaksional. Unit yang sebelumnya merupakan bagian dari satu organisasi pelayanan dapat berubah menjadi entitas yang memiliki kepentingan dan ukuran keberhasilan sendiri.
Di sinilah risiko terbesar kebijakan spin-off.
Koperasi dapat kehilangan sifatnya sebagai ekosistem ekonomi anggota dan perlahan berubah menjadi kumpulan badan usaha yang berdiri sendiri.
Padahal, kekuatan koperasi justru terletak pada kemampuannya mengintegrasikan berbagai kebutuhan anggota dalam satu organisasi.








Komentar