Kebijakan Iklim Dinilai Berpihak ke Korporasi, Aliansi Sipil NTT Serukan Perlindungan Warga Paling Rentan
“Dampaknya terasa pada warga Poco Leok yang menghadapi proses pembebasan lahan, masyarakat Sabu yang terus mengalami kekurangan air bersih, serta petani di Kefamenanu yang berulang kali gagal panen akibat cuaca ekstrem, katanya.
Kritik lain datang dari aktivis perempuan, Ainun Azizah Tasmira Salwa dari Green Leadership Indonesia (GLI) Wilayah NTT yang berkata bahwa “anak muda berada di garis paling depan menghadapi krisis air, perluasan sampah, dan degradasi pesisir, tetapi tidak dilibatkan secara substansial dalam perumusan kebijakan.”
Menurutnya, partisipasi inklusif yang sering digaungkan pemerintah dan delegasi internasional masih terpaku pada hal-hal yang berbau seremoni.
Berdasarkan temuan dan pengalaman lapangan itu, Aliansi dalam pernyataan sikapnya menyampaikan sejumlah tuntutan.
Mereka menekankan bahwa pembaruan komitmen iklim (NDC) Indonesia harus terukur serta berhubungan langsung dengan perlindungan ruang hidup, bukan sekadar perluasan proyek energi.








Komentar