Sekilas Info

Kebijakan Iklim Dinilai Berpihak ke Korporasi, Aliansi Sipil NTT Serukan Perlindungan Warga Paling Rentan

Pembacaan deklarasi oleh Aliansi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim di NTT merespons COP 30 di Belém, Brasil. (Dokumentasi Walhi NTT).

Namun bagi Aliansi, fokus yang ditargetkan pemerintah ini lebih dominan memperlihatkan orientasi pada akumulasi nilai ekonomi, bukan pada penyelesaian akar persoalan yang dialami masyarakat di wilayah rentan seperti NTT.

Gres Gracelia, Pengkampanye Keadilan Ekologis WALHI NTT memaparkan bahwa promosi energi hijau justru membuka ruang bagi ekspansi proyek yang mempersempit ruang hidup warga.

Keberadaan geotermal, perkebunan monokultur, hingga kawasan pariwisata skala besar, katanya, justru malah memperkuat pola pembangunan yang mengabaikan pemulihan ekologis di tingkat lokal.

Ia menegaskan, banyak wilayah di Flores dan pulau-pulau lain menghadapi tekanan berlapis: risiko ekologis meningkat, sementara suara masyarakat cenderung dikesampingkan dalam perencanaan proyek.

Data riset WALHI dan CELIOS pada 2024 memperlihatkan bahwa proyek panas bumi di Wae Sano, Sokoria, dan Ulumbu tidak hanya mengancam bentang alam, tetapi juga menggerus pendapatan petani.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis: Kelvin Wuran
Editor: Dedy Hu
Photographer: Kelvin Wuran

Baca Juga