Santi Sinaga, Penyedia Jasa Tik Manual yang Masih Eksis di Pintu Sumber USU
Selain itu, skripsi juga menjadi menjadi pekerjaan yang melelahkan. “Capek kita. Karena gak ada komputer, gak bisa main tip-x. Jadi kalau dicoret dosen, harus ganti satu lembar penuh. Kalau komputer kan tinggal delete,” keluhnya.
Tak hanya mahasiswa, pekerja kantoran, dosen, lembaga pemerintahan, hingga masyarakat umum, semua menitipkan urusan administrasi pada denting tuts-tutsnya.
“Dari dosen ketik penelitian dan tugas-tugas masyarakat, Puskesmas bikin laporan, Kepolisian ketik SKCK, pajak dari perusahaan-perusahaan juga kita ketik semua, karena dulu semua manual, gak ada komputer,” ujarnya.
Meski begitu, Santi tak bisa mengelak dari pelanggan nakal yang suka berhutang tanpa membayar. Lebih-lebih lagi mayoritas mahasiswa yang sudah menjadi langganannya sejak lama.
Namun, alih-alih kesal, ia malah menganggapnya sebagai kenangan lucu. “’Nanti ya, Kak, udah banyak kali duitku sama Kakak, udah jutaan’ katanya gitu,” ujarnya sambil terbahak-bahak.








Komentar