Santi Sinaga, Penyedia Jasa Tik Manual yang Masih Eksis di Pintu Sumber USU
Sehari-hari, mulai pukul delapan pagi hingga pukul enam sore, ia disibukkan oleh pelanggan yang singgah silih berganti dan permintaan yang beragam, membuatnya kian terampil mengerjakan apa pun yang dibutuhkan pelanggan. Mulai dari urusan akademis hingga administrasi.
Banyak cerita yang berkesan selama bergelut dengan pekerjaan ini. Mahasiswa USU, terutama dari Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berduyun-duyun datang untuk mengetik KRS dan tugas kuliah.
Tak hanya mahasiswa USU, mahasiswa Dharma Agung, UMSU, dan berbagai kampus lainnya pun turut menggunakan jasanya. “Karena kan di sana gak ada buka jasa ketik-ketikan manual, jadi kesini semua,” tuturnya.
Sesekali, mahasiswa Pertanian yang malas mengerjakan tugas, akan dihukum mengetik kalimat “saya tidak akan mengulangi lagi” hingga berlembar-lembar. Ada pula permintaan paling ramai ketika mahasiswa baru harus mengetik lembar pengenalan sebanyak lima lembar untuk satu orang.
Mengetik Kartu Rencana Studi (KRS) juga menjadi cerita yang paling membekas. “Kalau anak FISIP ini harus diketik pula nama dosennya di setiap mata kuliah. Bisa tiga dosen untuk satu mata kuliah. Jadi repotlah. Sementara, mahasiswa ini minta cepat. Jadi ada suka dukanya, karena kita kan cari duit,” kesalnya.








Komentar