Sekilas Info

Pancasila Hanya di Poster, Guru Ini Bingung Jawab Pertanyaan Murid tentang Keadilan

Dailyklik.Id, SIKKA – “Kenapa orang yang beda malah diusir, Pak?” tanya seorang murid dengan polosnya kepada Yohanes Arianto Andale, guru Pendidikan Pancasila di SMP Negeri Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT.

Pertanyaan itu sederhana, tapi justru membuat Ari terdiam. Ia tahu apa yang tertulis di buku ajar, namun realita di luar sekolah sering kali berbeda jauh. Nilai Pancasila yang dia ajarkan—Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan—terasa seperti cerita ideal yang hanya hidup di soal ujian dan poster dinding kelas.

Ari, lulusan Universitas Muhammadiyah Maumere yang juga mantan Kepala Desa Langir, jujur mengaku gelisah. “Saya sering bertanya dalam hati, masih relevankah Pancasila bagi anak-anak ini?” ujarnya. Di satu sisi, ia mengajak murid-muridnya hidup berdasarkan nilai luhur bangsa. Di sisi lain, mereka melihat kekerasan, diskriminasi, dan ketidakadilan justru sering muncul di media sosial dan televisi.

Ia bahkan sempat berseloroh dalam hati, “Mungkin ada edisi revisi sila ketiga yang saya lewatkan.” Ungkapan itu menggambarkan betapa dalam kekecewaannya—karena yang terjadi di masyarakat kerap bertolak belakang dari yang diajarkan di kelas.

Kenyataan ini membuat Ari merasa seperti bukan sedang mengajar ideologi negara, tapi bercerita tentang negeri khayalan yang tidak ada wujudnya. Ia merasa sendirian melawan gelombang pengaruh buruk di sekitar anak-anak, dari tontonan hingga perilaku tokoh publik yang justru merusak nilai-nilai dasar bangsa.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Faidin
Editor: Dedy Hu
Photographer: Faidin

Baca Juga