HUT ke-80 RI Jadi Pengingat, Sikka Jangan Jalan di Tempat
Dailyklik.id, SIKKA – Perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia bukan hanya soal umur bangsa yang semakin tua, tetapi juga menjadi pengingat bagi daerah, termasuk Kabupaten Sikka. Pertanyaannya, apakah Sikka ikut berkembang maju atau masih tertinggal di masalah yang sama?
Sikka sebenarnya punya banyak kelebihan. Budaya dan adat masih kuat, tenun ikat sudah dikenal sampai luar negeri, semangat gotong royong masyarakat tinggi, serta alam yang kaya. Sayangnya, semua itu belum dikelola dengan baik sehingga hasilnya belum dirasakan penuh oleh masyarakat.
“Pemimpin seharusnya bisa mengatur dan menggerakkan pembangunan. Tapi sering kali mereka lebih banyak diam,” kata Wenseslaus Wege, salah satu warga Sikka.
Ia mencontohkan, harga hasil tani, laut, dan tenun masih dikendalikan tengkulak. Warga juga masih sulit mendapatkan air bersih, rumah layak, dan layanan kesehatan yang baik. Masalah pendidikan pun belum tuntas, bahkan anak-anak yang stunting masih jadi ancaman masa depan.
Janji politik juga banyak yang belum ditepati. Koperasi yang seharusnya jadi penopang ekonomi rakyat tidak berjalan maksimal, nelayan dan penenun tetap berjuang sendiri di pasar, sementara janji-janji kampanye hilang begitu saja. Bahkan pembayaran insentif tenaga kesehatan semasa Covid-19 yang dijanjikan cepat, malah molor.








Komentar