Akibat Sang Ibu Negara, Presiden Korea Selatan Minta Maaf, Berikut Sederat Ulah Kim Keon Hee
Dalam resume yang Kim kirim ke Universitas Wanita Suwon pada 2007 lalu, Ia mengklaim bahwa dirinya telah menjabat sebagai direktur Asosiasi Industri Game Korea selama tiga tahun mulai 2002, sebelum asosiasi itu secara resmi didirikan. Kim juga menulis dalam resume pada tahun yang sama bahwa dia mengikuti "Program Eksekutif Bisnis Hiburan dan Media" di Universitas New York dari Oktober hingga November 2006. Namun, program serupa bernama "Hiburan, Media, dan Teknologi" hanya tersedia untuk mahasiswa MBA tahun kedua di universitas tersebut, dan nama Kim Keon Hee tidak termasuk didalamnya.
Pada resmue yang lain Ia kirim ke Universitas Anyang pada 2013, Kim mengklaim telah memenangkan hadiah utama dalam kategori animasi pada Festival Kartun & Animasi Internasional Seoul 2004, yang disponsori oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, tetapi kementerian tersebut menyebut tidak memiliki rekaman catatan terhadap Kim Keon Hee sebagai penerima hadiah tersebut.
Ancam Jurnalis
Akhir Januari 2024 lalu, Kim Keon Hee sempat membuat kontroversi setelah mengatakan akan mengancam jurnalis dengan memenjarakan jurnalis yang mengkriitk suaminya, Yoon Suk Yeol. Kritikan tersebut termasuk selama kampanye Pilpres Korsel 2022.
“Jika saya berhasil mencapai Blue House, saya akan menjebloskan mereka semua ke penjara,” ujar Kim saat itu, dikutip dari Tempo.co.
Gratifikasi Tas Dior
Kemudian akhir tahun 2023, Ibu Negara Korsel itu diduga telah menerima gratifikasi tas tangan merk mewah, Christian Dior. Skandal ini telah menyebabkan kegaduhan politik di Korea Selatan dan berkontribusi pada kekalahan telak partai berkuasa Presiden Yoon Suk Yeol pada pemilu April lalu.
Setelah penyelidikan selama berbulan-bulan mengenai apakah Kim melanggar undang-undang antikorupsi, jaksa penuntut menyimpulkan bahwa meskipun ia menerima tas tangan, produk kecantikan Chanel, dan wiski dari seorang pendeta, hadiah-hadiah ini tidak berhubungan dengan tugas resminya dan tidak ada imbalan yang diberikan, kata Yonhap mengutip kantor kejaksaan.








Komentar