Pelanggaran Peraturan KPU
Copot Stiker, Petugas PKD Dianiaya Simpatisan Caleg Partai Nasdem di Dapil Alor 5
Kapolsek ATU berjanji bahwa kasus pidana ini akan dituntaskan supaya ada efek jera.
"Saya juga berjanji dengan Bawaslu Provinsi (NTT) agar kasus ini tetap dilanjutkan agar ada efek jera," ujarnya.
Baca juga: Ganjar-Mahfud Akan Hadirkan Aplikasi “Lapor Presiden” Atasi NoJustice NoViral
Baca juga: Komisioner Bawaslu Medan Azlansyah Hasibuan Terjaring OTT Polda Sumut
Meski begitu, AKP Yosep Ola menyebut kasus ini tidak ada hubungannya dengan pemilihan legislatif maupun pilpres 2024.
"Yang di laporkan itu kasus Pidana, tapi kebetulan Pelapor itu adalah Panwaslu Desa. (Sehingga) Kasus ini tidak kami hentikan karena tidak ada perjanjian damai dari kedua belah pihak," jelas Kapolsek ATU, seraya menyebut korban Jhon Lapen juga akan dilakukan pengambilan visum guna penyidikan lebih lanjut.
Kasus penganiayaan yang dialami petugas PKD Desa Pante Deere ini terjadi pada 13 Oktober 2023 lalu. Menurut pengakuan korban Jhon Lapen yang ditemui dailyklik di Polsek ATU, Selasa 13 November 2023 menguraikan bahwa, awalnya ia mencopot stiker caleg berinisial DP yang menempel di pintu rumah warga setempat karena melanggar ketentuan jadwal kampanye pemilihan umum yang diatur Peraturan KPU No 15 Tahun 2023.
Pencopotoan stiker caleg itu, sebut Jhon Lapen, ikut disaksikan Mesak Laapen yang Ia ketahui sebagai relawan DP caleg Partai Nasdem Nomor Urut 1 Daerah Pemilihan (Dapil) Alor 5, Kecamatan Kabola.
Lalu, pada malam itu sekira pukul 21.30 Wita saat korban tengah beristirahat di rumahnya, pelaku bersama dua orang mendatanginya dan langsung menganiayanya.
Baca juga: Azlansyah Hasibuan Disebut Terima 50 Juta Loloskan Administrasi Caleg PKN

"Waktu itu saya dengan salah satu simpatisan Deny Padabang (Caleg Partai Nasdem) Mesak Laapen baru selesai pencopotan stiker yang ditempel di rumah-rumah, setelah itu saya langsung kembali untuk istrahat, tapi sekitar pukul 21.30 Wita, pelaku Gusti Padabang datang bersama dua orang saudaranya yaitu Danreli Padabang dan Melianus Padabang, setelah itu mereka langsung emosi dan pukul saya," jelasnya.
Usai kejadian itu...








Komentar