Program Alor Pintar hanya Isapan Jempol, Proyek Kementerian PUPR 2 Miliar Macet di Mataru
Marthen juga mengungkapkan bahwa jumlah guru PNS di kecamatan Mataru sangat terbatas, bahkan ada sekolah yang hanya memiliki satu orang guru PNS.
"Kita di kecamatan Mataru ini, terutama di Lelmang hanya ada satu orang PNS, di Matafui ada dua orang PNS, di Rumalelang ada dua guru PNS, di Talawa ada tiga dan di Bunggeta ada tiga orang guru PNS,” jelasny.
Baca juga: Sah! Kapolda NTT Kembalikan Lahan 18 Ha Kepada Pemberi Hibah, Kapolres: Alor Harus Aman
Sementara itu, Ketua komite SDN Rumalelang Yermias L Atamani menyebutkan bahwa sejak SDN Rumalelang berdiri pada 2009, pihaknya baru pertama kali mendapat bantuan bangku dan meja di tahun yang sama.
Sedangkan setahun kemudian bantuan kedua tiba, berupa buku bacaan sebanyak 46 Dos.
“Pada tahun 2009 sejak sekolah ini berdiri kami dapat bantuan kursi dan meja yang sampai sekarang masih kami gunakan, begitu juga dengan buku ada 46 dos tapi sekarang sudah tersebar di rumah-rumah warga, karena anak-anak yang membawa pulang," ungkap Yermias.
Baca juga: Polda NTT Periksa Saksi-saksi Dugaan Pengrusakan Mangrove di Alor, Termasuk Bupati Alor ?
Proyek Kementerian PUPR
Ironinya, menurut Yermias pada 2021, Kementrian PUPR turut mengucurkan dana bantuan berupa gedung sekolah, namun sampai saat ini pengerjaan gedung sekolah belum juga tuntas dengan alasan kehabisan dana.
”Tahun 2021 itu (Kementerian) PUPR Pusat kasih kita bangunan sekolah (total biaya) 2 milyar, bangunan sudah ada tapi belum selesai 100 persen (dikerjakan) karena (kontraktor) bilang dana habis," ungkap Ketua Komite SDN Rumalelang Yermias Atamani.








Komentar