Sekilas Info

Meningkatkan Kualitas Pendidikan adalah dengan pergi ke Sekolah Lebih Awal?

Gubernur Nusa Tenggara Timur Victor Bungtilu Laiskodat

Jika kekurangan waktu tidur justru akan menganggu kesehatan siswa/i itu sendiri serta mengganggu konsentrasi mereka di kelas ketika menerima pelajaran.

Belum lagi masalah keamanan siswa/i ketika berangkat ke Sekolah serta alat transportasi yang belum memadai. Kebijakan ini dikatakan masih didalam tahap uji coba. Sungguh suatu terobosan baru dari Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam mengambil keputusan untuk membuat kebijakan publik.

Beberapa ahli pendidikan juga berpendapat bahwa kebijakan ini tidak efektif serta mengalami kesesatan logika, seperti yang disampaikan Profesor Simon Sabon Ola MHum.

Hal senada juga di sampaikan oleh anggota DPR RI Komisi X Andreas Hugo Pareira yang menilai kebijakan ini tidak memiliki landasan yang cukup kuat serta jangan menjadikan siswa-siswi sebagai kelinci percobaan.


Baca juga:
Kenaikan Harga Beras Tak Terkendali, PSI Alor Duga Ada Kartel


Berdasarkan Data dari Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud), Pendidikan di Nusa Tenggara Timur mengalami beberapa masalah sebagai berikut:

1. Kurangnya ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai.

2. Keterbatasan dalam akses Pendidikan, seperti banyak sekolah yang berada di pedalaman yang belum tentu mudah di jangkau oleh siswa.

3. Rendahnya kualitas pendidikan seperti kualitas guru, kualitas kurikulum serta kualitas metode pengajaran.

4. Tingginya angka putus aekolah yang di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor ekonomi budaya dan fasilitas pendidikan.


Baca juga:
Memprihatinkan ! Didirikan 1977 SDN Amandraya Nias Selatan Minim Prasarana


Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Herman RN Rula Un
Editor: Devis Karmoy

Baca Juga