Refleksi 77 Tahun TNI: Sinergi dan Integrasi Nasional Sebuah Keniscayaan
Juga adanya potensi ancaman perang hibrida berupa perpaduan perang konvensional, perang ireguler dan perang siber, dengan salah satu ciri metodenya berupa berita palsu atau “hoaks” yang sangat mengkhawatirkan, terlebih Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi Pemilu serentak tahun 2024.
Merujuk pada riset Anissa Rahmadhany, Anggi Aldila Safitri, dan Irwansyah (2021) bahwa berita atau informasi hoaks yang paling banyak adalah Sosial Politik sebanyak 93.20%, lalu isu soal SARA sebanyak 76.20%, dan isu pemerintahan sebanyak 61.70%.
Tentunya riset ini membuktikan bahwa sangat rentan sekali isu-isu politik, SARA dan pemerintahan dieksploitasi sebagai ancaman persatuan dan kesatuan kita sebagai sebuah bangsa berdaulat.
Sehingga, pada HUT TNI ke 77 tahun 2022 ini, segenap keluarga besar TNI perlu merefleksikan diri dengan menyiapkan langkah-langkah strategis dalam menghadapi kompleksitas ancaman tersebut dengan adaptif, fleksibel, modern dan tangguh dengan pembangunan postur Perwira TNI yang highly prepared, highly trained, highly equipped dan highly supported.
Sebab, berbicara kekuatan militer regional ASEAN, ranking kekuatan militer Indonesia berdasarkan data Global Fire Power (2022) berada di ranking 15 dunia, hal ini menegaskan posisi militer Indonesia terbaik di Kawasan ASEAN.
Namun, jika merujuk pada kekuatan Alutsista TNI kita berupa Tank dan kendaraan lapis baja milik TNI dibandingkan dengan Vietnam jauh tertinggal dari segi jumlah. Begitu juga Meriam Tarik TNI kalah jumlah dari milik Angkatan Bersenjata Myanmar.
Ketika kita berbicara politik pertahanan, seharusnya sudah terbangun soliditas yang kokoh antar komponen TNI dengan rakyat.
Sebab sangat berpengaruh terhadap dukungan regulasi dan komitmen pembangunan pertahanan negara.
Kita lihat APBN Amerika Serikat sebesar 24% merupakan anggaran pertahanan negara termasuk untuk riset dan industri pertahanan. Begitu juga Uni Eropa sebesar 20% anggarannya dialokasikan untuk pertahanan.








Komentar