Sekilas Info

Perempuan dalam Kesetaraan Politik, Menyongsong Pemilu 2024

Selvia Wisuda

Pentingnya keterlibatan perempuan dalam capaian tujuan pembangunan berkelanjutan, tanpa harus dikonotasikan perlu ‘’perhatian khusus’’.

Biar saja perempuan dalam kehidupan politik tanpa topangan ambang batas, yang membuat beda perempuan dan laki-laki. Yang utama itu sikap adil dalam politik.

Dengan sikap adil, jujur, transparan, maka perempuan berpotensi jumlahnya fifty-fifty dengan laki-laki di parlemen. Atau bahkan lebih.

Menengok kondisi keterwakilan perempuan di DPR RI periode 2019-2024 yang mencapai 118 dari total jumlah anggota DPR RI 575 atau 20,4 persen. Angka tersebut jangan membuat perempuan berpuas hati.

Dimana semangat demokrasi melahirkan kesamaan, merang diskriminasi dan praktek yang memicu disparitas.

Dalam pentas dan panggung politik pun begitu, jangan lagi dibiarkan adanya disparitas politik. Perempuan, laki-laki seperti dibenturkan dalam perannya.

Idealnya, dipadukan ditarik relasi kekuatan untuk menghadirkan kolaborasi kerja yang baik demi kemaslahatan rakyat Indonesia. Demi kebaikan bersama.

Kenapa harus ‘’dibatasi’’ porsi dan peluang perempuan di DPR?, atau dalam diksi politik keterwakilan. Hal yang demiki malah mendowngrade posisi politik perempuan.

Padahal, perempuan atas kemampuan, keterampilan, dan kepiawaiannya mengantar perempuan bisa lebih banyak di parlemen.

Selanjutnya 1 2 3 4 5
Penulis: Selvia Wisuda
Editor: Redaksi

Baca Juga