Sekilas Info

Pemerintah Disarankan Tingkatkan Anggaran Sektor Pertanian, Ini Alasannya

Hadapi ancaman krisis pangan dunia, DPP KNPI Ingatkan Pemerintah agar meningkatkan alokasi anggaran di sektor Pertanian.

Sebagai pengurus DPP KNPI bidang Pertanian Ananda Bahri menegaskan, bahwa political will pemerintah dalam menghadapi situasi saat ini harus berdasarkan kondisi aktual global, terkhusus pada sektor pangan dunia yang dipengaruhi berbagai disrupsi seperti Covid-19, perang Rusia-Ukraina, perubahan iklim, teknologi, energy dan efeck ripple-down rantai pasok yang berdampak pada laju konsumsi dan laju ekonomi global.

"Maka dibutuhkan keberpihakan, kebijkan nyata dan political will pada sektor pertanian dalam negeri sebagai upaya keseriusan pemerintah mengantisipasi terjadinya krisis pangan gobal sebagai amat yang tertuang dalam alinea ke-4 pembukaan UUD 45," tegas Ananda.

Dukungan anggaran ini, tutur Ananda, diharapkan dapat menjawab ancaman krisis pangan dalam negeri terutama bahan pangan penting seperti jagung, kedelai, daging dan kebutuhan pokok lainnya.

"Ini juga adalah langkah nyata dalam berpartisipasi mengatasi ancaman krisis pangan dunia," imbuhnya.

"Apalagi Presiden Jokowi di percaya sebagai Presidensi G20, dan Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian di percayakan sebagai Ketua G20 bidang pertanian," pungkas Ananda Bahri.

KNPI sebagai perwakilan pemuda yang menjadi agent of control, sebut Ananda, merasa perlu mengingatkan pemerintah dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, terutama menjelang penyampaian pidato kenegaran tentang Rencana Anggaran Pemerintah pada 16 Agustus Tahun 2022.

"Sejalan dengan itu KNPI juga mendesak pemerintah dan perbankan untuk lebih besar mengalokasikan kredit-kredit berbunga rendah pada sektor pertanian. Ini adalah stimulus ekonomi yang nyata dan paling jelas dampaknya dalam upaya Bangkit Lebih Kuat, Tumbuh Lebih Cepat," ujarnya.

"KUR adalah energi besar bagi usaha-usaha pertanian rakyat sebagai stimulus regenerasi petani Indonesia," sebutnya.

Kredit Usaha Rakyat (KUR), kata Ananda tahun 2020 terserap sebesar 55,9 triliun sedangkan pada tahun 2021 meningkat mencapai 82 triliun.

"KNPI berharap pada tahun ini dan tahun 2023 KUR di sektor pertanian dapat diserap minimal 100 Triliun. Serapan ini dapat mewujudkan tiga juta petani pemuda milenial produktif, sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Jokowi melalui Stafsus dan Menteri pertanian," urianya.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Devis Karmoy
Editor: Redaksi

Baca Juga