Sekilas Info

Presiden 3 Periode

Mana yang kita pilih: Aspirasi atau Konstitusi? Simak ini

Albertus Patty

Bila aspirasi rakyat dibiarkan kebablasan inilah yang kemungkinan bisa terjadi. Umat Islam bisa mengklaim bahwa sebagai mayoritas umat Islam Indonesia memiliki aspirasi mengubah negara demokrasi menjadi negara agama.

Atas nama aspirasi mayoritas, masyarakat Bali bisa mengklaim haknya untuk menetapkan Peraturan Daerah yang sesuai dengan hukum agama Hindu. Orang Maluku, Papua dan Aceh bisa mengklaim bahwa aspirasi sebagian besar masyarakatnya adalah melepaskan diri dari Indonesia. Tentu saja aspirasi rakyat seperti itu tidak bisa dibenarkan.

Mengapa? Karena aspirasi itu bertentangan dengan Konstitusi. Artinya aspirasi rakyat pun ada batasnya. Dan batas itu adalah Konstitusi bangsa. Artinya, orang boleh saja memiliki aspirasi apa pun, tetapi ingat aspirasi siapa pun harus berada dalam jalur yang konstitusional. Aspirasi harus disesuaikan dengan Konstitusi. Bukan sebaliknya, Konstitusi disesuaikan dengan aspirasi!

Saya percaya mayoritas bangsa ini sangat mencintai Jokowi, tetapi kecintaan terhadap Jokowi tidak perlu menjebak kita pada idolatri yang terlalu mengagungkan pribadinya.

Sejarah bangsa ini telah mengajarkan kita bahwa idolatri terhadap tokoh tertentu hanya berujung pada kekecewaan massal yang ujungnya menciptakan bencana bagi bangsa kita.

Saya juga harus mengingatkan bahwa kebanggaan terhadap karya dan inovasi Jokowi tidak perlu diikuti dengan godaan untuk menghalalkan segala cara, termasuk melanggar Konstitusi bangsa, demi mempertahankannya. Jangan menggoda Jokowi untuk melanggar sumpah setianya untuk menaati Konstitusi.

Dan yang terpenting, mari kita berdoa agar Jokowi tetap kokoh dan tidak sedikit pun tergoda untuk melanggar batas konstitusionil karena perbuatan itu bisa digolongkan sebagai kudeta konstitusional. Salam hormat dan bangga untuk Presiden Jokowi.

Bandung
9 Maret 2022

*Tentang penulis: Mantan Ketua Harian PGI, Lulusan Magister bidang Adult Education di Indiana University of Pennsylvania (IUP) USA, Pendeta jemaat GKI Maulana Yusuf Bandung.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Albertus Patty
Editor: Redaksi
Photographer: Istimewa

Baca Juga