Berani Bersuara demi Kebenaran
Sebagai tanda kesiapan Yesus, Ia bertaru nyawa dalam menyatakan kebenaran itu. Tidak ada satu hal pun termasuk penguasa-penguasa busuk dapat membuat Yesus mundur untuk menyampaikan kebenaran. Keberanian Yesus selalu berhubungan dengan kebenaran, yang merupakan kehendak Allah, Bapa, dan Ia sendiri. Tidak pernah mangkir dari kebenaran bahwa, Ia harus menderita dan mati demi manusia dalam kebenaran itu.
Kedua, Yesus menyampaikan suara dari orang yang tak sempat bersuara. Yesus meratapi kejahatan Yerusalem. Dan dengan adil, Ia mengecam mereka atas penolakan mereka terhadap banyak hal baik dan benar. Yesus pernah tawarkan “Yerusalem, Yerusalem”. Pengulangan kata ini meluapkan perasaan sepenanggungan serta menunjukkan rasa kasih yang melimpah dari Yesus. Yerusalem, “penglihatan damai” demikian artinya.
Namun sekarang sudah menjadi ajang perang, dan kekacauan. Yerusalem, kota yang pernah menjadi kesukaan dunia semesta. Sekarang menjadi tempat kengerian, penindasan, dan ketidakadilan.
Yerusalem yang seharusnya menjadi tempat kedamaian serta tempat yang menghentar orang dekat kepada Allah. Sekarang itu semua telah menjadi puing-puing dan reruntuhan yang berserakan karena kekerasan mereka sendiri karena kebenaran yang tak sempat dan bahkan tak mampu bersuara.
Saat itu, penyalahgunaan kekuasaan bukan saja dilakukan oleh tokoh politik, tetapi juga dilakukan oleh tokoh-tokoh agama. Mereka berperan aktif menghukum/ membantai nabi-nabi Allah di Yerusalem.
Di tempat mahkama agama (sanhedrin) berada, di situ juga ketidakadilan dan kecurangan dilakukan oleh tokoh agama, untuk membungkam kebenaran dan mengaburkan arti kebenaran. Sehingga Yesus mengecam mereka dengan keras dan juga dengan penuh keberanian.
Yesus mewakili suara minoritas. Suara dari orang-orang yang tidak bisa menyatakan kebenaran. Hal ini membuat Yesus menyerang langsung kepada penguasa-penguasa dalam politik dan agama saat itu. Saat itu, penguasa-penguasa bertindak secara otoriter. Pastinya, tanpa hal itu, keadaan keadaan rang-orang terus ditekan kehidupannya.








Komentar