Kehidupan Manusia dan Arti Bersyukur
Ketiga, bersyukur untuk apa yang sudah Tuhan buat untuk kita. Keempat, bersyukur untuk setiap peristiwa yang terjadi di hidup kita baik itu susah ataupun senang. Sebab semua ada tujuan Tuhan di balik semua peristiwa itu.
Ketujuh, bersyukur untuk keberadaan kita saat ini, atau apapun situasinya.
Menjalani semua ini, tentu tidak gampang. Ada banyak cara yang dapat menghambat orang untuk bersyukur, antara lain: tidak pernah puas dengan apa yang ada; cemburuan atau dengki; terbelenggu oleh keluh kesah; rendah diri; kecewa; dan melihat persoalan bukan tujuan sehingga takut menghadapi persoalan dan merasa persoalan lebih besar dari Tuhan.
Apalagi ketika kita hidup bermasyrakat/ jemaat, ada banyak pendapat yang keliru dari orang lain. Katakanlah, pertama, ketika kita ikut Tuhan, maka kita tidak ada kesulitan dan tidak akan ada masalah. Karena dunia penuh dengan kesengsaraan, seperti yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus. “Di rumah Bapa-Ku dengan tempat tinggal jika tidak demikian, tentu Aku menggatakannya kepadamu” (Yohanis 14:2).
Yesus mengatakan bahwa sungguh-sungguh bahwa di rumah Bapa-Nya, banyak tempat tinggal untuk kita anak-anak-Nya. Surga rumah Bapa menjadi tempat yang kita tinggal jika kita meninggalkan dunia kelak.
Bagi orang percaya, di dunia tempat tinggal sementara karena di surgalah ada kehidupan kekal.
Kedua, apa yang kita inginkan dapat kita peroleh. Apa jadinya jika semua yang kita inginkan dapat kita peroleh. Padahal manusia terbatas untuk mengetahui semua dampak dari perbuatannya. Jika kita hidup dalam kesenangan dunia maka pasti kita memilih untuk melanggar perintah Allah.
Kesenangan dunia hanya sementara tetapi kehidupan kekal kita harus membayar dengan harga yang mahal yaitu siap untuk sangkal diri, pikul salib, ikut Tuhan. (Matius 16:24). Orang yang senang dengan dunia pasti dia akan menikmati kesenangan dunia. Contoh narkoba, seks bebas, mabuk dan lain-lain, dan itu menghabiskan uang. Tetapi, orang duniawi memilih dan pasti mati masuk neraka.
Pertanyaanya, apa yang harus kita lakukan sebagai bentuk ungkapan bersyukur dalam situasi sulit?
Menurut penulis, pertama, fokuskan pikiran pada kasih karunia Tuhan, sebab seberat apapun hidup kita, akan selalu ada hal-hal yang patut kita syukuri. Cobalah hitung hal-hal baik dalam hidup kita, pasti tidak terhitung banyaknya. Karena itu seperti Nabi Yeremia, kita bisa nyatakan, ”Tak habis-habisnya rahmat Tuhan, selalu baru tiap pagi.”








Komentar