Antara Pesta Demokrasi dan Jalan Menuju Lorong Kegelapan
Padahal tidak ada satu ajaranpun yang memerintahkan mencari kebenaran pada suara mayoritas, yang ada mencari kebenaran pada Kitab yang diturunkannya melalui Nabi atau Rasulnya! karena Tuhan tahu betul bahwa rakyat yang diciptakannya masih banyak yang belum lurus akidahnya, cara berpikir sangat terbatas, suka materi, dan jabatan.
Sementara Tuhan adalah Maha Sempurna, jauh dari kesukaan materi, tidak butuh jabatan karena dialah pencipta segalanya.
Melalui tulisan ini Saya tegaskan bahwa “SUARA RAKYAT BUKANLAH SUARA TUHAN”, Karena suara Tuhan selalu pada orang-orang pilihan seperti Nabi, Rasul dan orang-orang yang mulia yang jauh dari sifat hedonisme, cinta jabatan, cinta uang, cinta nafsu, selalu berkata benar, mereka memilih berdasarkan kebaikan umat, tidak takut dengan tekanan, intimidasi, provokasi, jalannya selalu lurus, pandangannya terang hingga tahu akan kebenaran sesungguhnya, dan mereka selalu menyuarakan penyembahan kepada Sang Illahi bukan pada manusianya.
Oleh karena itu, “PILIHLAH BERDASARKAN HATI NURANI ANDA SESUAI DENGAN KEYAKINAN, JANGAN SAMPAI TUHAN MARAH HANYA KARENA KITA BUTA DENGAN CARA MEMILIH PEMIMPIN YANG AMANAH DAN BAIK”.
*Penulis: Dani Sintara SH MH (Kandidat Doktor) Dekan Fakultas Hukum Unversitas Muslim Nusantara Al Washliyah








Komentar