Sekilas Info

Rumah Sakit Tarutung, Harapan bagi Masyarakat Tapanuli Raya, Khususnya di tengah Pandemi Covid-19

Penulis Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan
Penulis Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan

Oleh : Drs. Nikson Nababan, M.Si
(Bupati Tapanuli Utara)

Awal saya ingin mencalonkan diri menjadi Bupati Tapanuli Utara, hal yang selalu terngiang di benak saya adalah bagaimana menciptakan Rumah Sakit Tarutung menjadi Rumah Sakit yang memberikan harapan kesembuhan besar bagi pasien yang datang. Dengan keyakinan penuh akan sembuh dan tenang hatinya ketika dirawat di rumah sakit ini.

Teringat waktu kecil saya datang mengunjungi keluarga yang dirawat disini bersama orangtua saya. Rumah Sakit Tarutung ini ramai, saya seperti berkunjung ke kota besar. Saya ingin mengembalikan nuansa itu, tetapi dengan kualitas pelayanan yang lebih baik, bahkan setaraf dengan rumah sakit internasional.

Ini sebuah mimpi? Bukan..

Dengan niat dan keyakinan, ini pasti terwujud. Pertama saya masuk menjadi Bupati, mungkin dokter spesialis menjadi hal yang langkah di rumah sakit ini. Saya mencari tahu apa penyebabnya. Ternyata masalah insentif, karena di daerah lain jauh lebih tinggi. Jadi putuskan untuk mengambil solusi memberikan insentif setara dengan kota besar, kurang lebih 30juta perbulan.

Saat ini rumah sakit ini sudah memiliki Dokter spesialis. Fasilitas di rumah sakit ini kita benahi dari tahun ke tahun. Saya sangat ingin membangun rumah sakit ini dengan gedung yang memadai dan nyaman bagi pasien, tetapi terhalang sertifikat kepemilikan lahan. Tetapi saat ini titik terang sudah ada. Pihak BPN akan melakukan pengukuran tanah dengan pernyataan dukungan dari ahli waris dan perbatasan (Hombar Balok).

Saya lega, dan design yang sudah saya pikirkan untuk rumah sakit ini akan segera terwujud. Segala fasilitas pendukung akan kita penuhi, mudah-mudahan pandemi Covid-19 segera bisa berlalu.

Rumah Sakit Tarutung setaraf dengan rumah Sakit internasional? Kenapa tidak.
Usai pembangunan gedung rumah sakit, saya sudah terpikir bagaimana mendatangkan dokter dokter yang lebih profesional bahkan dari luar negeri. Kita akan mengupayakan membayar insentif mereka seperti yang mereka dapatkan selama ini. Mendatangkan dokter yang lebih senior yang lebih baik juga akan berdampak baik bagi para dokter kita yang telah ada. Mereka akan berbagi ilmu dan pengalaman. Ini akan berdampak baik bagi paramedis kita.

Untuk saat ini, dalam menghadapi pandemi, saya sudah berusaha keras untuk menciptakan rumah Sakit Tarutung ini menjadi rumah sakit yang memenuhi untuk isolasi dan perawatan bagi pasien Covid-19. Ruang Isolasi dengan kapasitas 50 orang sudah kita bangun, segala fasilitasnya seperti ventilator, alat Test Swab, ruangan ber CCTV, AC ruangan untuk mematikan kuman dan fasilitas lainnya yang membuat nyaman pasien Covid-19.

Saya berpikir, pasien Covid-19 diutamakan nyaman dan tenang dalam perawatan, di tambah dengan pelayanan yang baik dari paramedis. Saat ini pasien Covid-19 sudah 10 orang yang sembuh setelah dirawat di Rumah Sakit Tarutung. Masyarakat Tapanuli Utara dua orang dan ada dari sekitar Kabupaten Tapanuli Raya delapan orang, yakni YP. Hutabarat, Perempuan 29 Tahun, dirawat 22 Juni s/d 22 Juli 2020, dari Tapanuli Tengah, A Lumbangaol, dirawat 23 Juni s/d 9 Juli 2020, dari Tapanuli Tengah, N. Sihombing, dirawat 24 Juni s/d 22 Juli 2020, dari Sibolga, W. N Samosir, dirawat 4 s/d 22 Juli 2020, dari Samosir, R. A. Siagian, dirawat 4 s/d 22 Juli 2020, dari Toba samosir, R. Simanjuntak, dirawat 4 s/d 22 Juli 2020, dari Toba samosir.

Ini harapan besar bagi masyarakat Tapanuli Raya di tengah Pandemi ini. Saya akan berusaha maksimal mungkin mewujudkan cita cita ini. Rumah Sakit Tarutung harus memberikan pelayanan prima bagi masyarakat Tapanuli Utara. Rumah Sakit Tarutung setara dengan rumah sakit Internasional, bukanlah sebuah mimpi. Ini akan terwujud dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat.

Salam sehat selalu Masyarakat Tapanuli Raya..

Terimakasih, horas..

Merdeka...

Penulis: Nikson Nababan
Editor: Redaksi

Baca Juga