Sekilas Info

Polisi Gelar Otopsi Kematian ART Kresentia Hoess, FP NTT Desak Buka Data

Kolase foto : Suasana perwakilan keluarga ART Kresentia Hoess saat bertemu dengan Penyidik di ruang Konseling dan Restorative Justice di lantai dua Polsek Medan Sunggal, Rabu (18/03/2026) pagi.

DAILYKLIK.ID, MEDAN – Guna memastikan penyebab kematian asisten rumah tangga (ART) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Kresentia Hoess (21), yang ditemukan gantung diri di lantai tiga rumah majikannya Komplek Evergreen Jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal, keluarga korban mendatangi Mapolsek Medan Sunggal, Rabu (18/03/2026), meminta Polisi melakukan otopsi terhadap korban.

Perwakilan keluarga yang hadir berjumlah 10 orang ini bertemu dengan Penyidik yang menangani kasus tersebut, dan langsung menuju ruang konseling dan restorative justice yang terletak di lantai 2 Polsek Medan Sunggal.

Paman korban, Maxi Sine yang hadir langsung dari NTT mewakili orang tua korban menyampaikan tujuan menemui penyidik, mereka meminta agar jasad Kresentia Hoess dilakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian korban.

"Saya ini pamannya korban (Kresentia Hoess), saya datang kesini untuk meminta supaya Polisi bisa melakukan otopsi supaya bisa diketahui penyebab kematian korban," kata Maxi Sine saat berada di ruang ruang konseling.

Atas persetujuan keluarga, proses Otopsi terhadap korban pun akhirnya dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/03/2026) memperoleh kabar duka dari pihak PT ARI, penyalur tenaga kerja yang merekrut korban untuk bekerja di Medan.

FP NTT Desak buka Data

Selanjutnya 1 2
Penulis: Dandy Sihotang
Editor: Tim Redaksi
Photographer: dailyklik.id

Baca Juga