Sekilas Info

Bertanya Adalah Kecerdasan, Menghindar Adalah Kelicikan

Wenseslaus Wege, S. Fil

Oleh: Wenseslaus Wege, S.Fil

Dalam dunia filsafat, bertanya adalah tanda kecerdasan. Sokrates mengajukan pertanyaan bukan untuk bersembunyi, melainkan untuk menyingkap kebenaran. Pertanyaan baginya adalah obor yang menerangi jalan menuju pengetahuan.

Namun, di tangan seorang pemimpin yang takut memberi jawaban, pertanyaan justru berubah menjadi tameng. Alih-alih memperjelas, ia menyelubungi. Alih-alih mendidik, ia menyesatkan.

Beginilah yang tampak ketika seorang bupati ditanya wartawan soal kegiatan sederhana—misalnya makna gerak jalan memperingati HUT RI—tetapi yang keluar bukan jawaban, melainkan pertanyaan balik. Apa yang seharusnya menjadi ruang edukasi publik justru berubah menjadi panggung kelicikan.

Mari jujur: rakyat tidak menuntut penjelasan berbelit. Mereka hanya ingin jawaban yang sederhana, jernih, dan memberi arah. Jika pertanyaan ringan saja dijawab dengan teka-teki, bagaimana nasib pertanyaan besar rakyat?

Apakah janji 20 ribu rumah siap kunci akan dijawab dengan permainan kata? Apakah pendidikan, beasiswa satu rumah satu sarjana, layanan kesehatan, hingga penghargaan bagi tenaga medis saat Covid-19 juga hanya akan diputar-putar tanpa kepastian?

Selanjutnya 1 2
Penulis: Wenseslaus
Editor: Dedy Hu
Photographer: Dokumen Pribadi

Baca Juga