Bertanya Adalah Kecerdasan, Menghindar Adalah Kelicikan
Amartya Sen, filsuf dan peraih Nobel asal India, pernah menegaskan: kebebasan bertanya adalah hak rakyat. Tetapi kebebasan pemimpin bukan untuk menghindar dari jawaban, melainkan untuk memperluas pemahaman rakyat.
Karena itu, setiap pertanyaan rakyat sejatinya adalah kesempatan emas. Kesempatan bagi pemimpin untuk menguatkan kepercayaan, memberi arah, dan menyalakan harapan.
Sebaliknya, pemimpin yang hanya piawai memutar kata tanpa jawaban ibarat kompas rusak: tampak berwibawa, tetapi tak pernah menunjukkan arah. Dan kompas rusak, sekuat apapun dipoles, tetap tidak akan menuntun kapal sampai ke tujuan. (*)
Selanjutnya 1 2








Komentar