Sekilas Info

Menteri PPA Bahas Perlindungan Anak Berbasis Kampus di Siantar

Menteri PPA Bahas Perlindungan Anak Berbasis Kampus di Siantar

Pematangsiantar - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, telah mengadakan kuliah umum dengan tema "Perlindungan Anak Berbasis Kampus" yang berlangsung di Aula Universitas HKBP Siantar, di Kota Pematangsiantar, Kamis siang, 27 Juli 2023.

Dalam acara tersebut, Menteri PPA menyampaikan fakta yang mengejutkan tentang meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia.

Survei nasional tahun 2021 mengungkapkan bahwa tiga dari 10 anak laki-laki dan empat dari 10 anak perempuan pernah mengalami tindak kekerasan sepanjang hidupnya. Angka ini menimbulkan keprihatinan serius mengenai kesejahteraan anak-anak di negara ini.

Baca juga: Mendukung Calon Mahasiswa yang Kurang Berkesempatan: Komitmen UHKBPNP

Baca juga: Transformasi Pendidikan Pascapendemi untuk Menghasilkan Pemimpin Masa Depan

Menteri yang biasa disapa Bintang Puspayoga itu juga mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam periode Januari hingga Juni 2023, tercatat ada 7257 kasus kekerasan terhadap anak dengan 8161 korban. Lebih dari 60 persen dari kasus tersebut adalah kekerasan seksual, yang menjadi bentuk kekerasan yang paling memprihatinkan.

Selain itu, Menteri PPA juga menyoroti kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak. Data dari Federasi Serikat Guru Indonesia mencatat 22 kasus kekerasan seksual di satuan pendidikan selama lima bulan pertama tahun 2023, dengan 202 peserta didik menjadi korban.

Komnas Perempuan juga mencatat, kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan paling banyak terjadi di perguruan tinggi, dengan 35 kasus selama periode 2017-2021. Diikuti oleh pesantren dengan 16 kasus dan sekolah menengah atas (SMA) dengan 15 kasus.

Baca juga: Rayakan HUT Ke-105, RSU HKBP Balige Gelar Bakti Sosial dan Kunjungan Gereja

Baca juga: UMSU Bersama UIR Komit Kolaborasi Pengembangan Pendidikan

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Dedy Hutajulu
Editor: Redaksi

Baca Juga