Empat Dekade Menjaga Gorga di Tanah Batak
Pertemuan dan dukungan yang diberikan dalam rangkaian Program Relawan Bakti BUMN 2026 menjadi salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dalam kegiatan tersebut, Mind ID dan Inalum memberikan 15 set alat ukir, satu paket Mini Studio Box, dan papan nama workshop kepada para pengukir.
Bantuan itu bukan sekadar tambahan peralatan. Di baliknya terdapat kebutuhan yang lebih besar agar para pengrajin dapat terus bekerja, menghasilkan karya, dan memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
Tetapi peralatan saja tidak cukup.
Warisan budaya membutuhkan manusia yang mau meneruskannya.
Menunggu Generasi Berikutnya
Barangkali inilah persoalan terbesar yang tersisa dari perjalanan empat dekade Bapak Silalahi sebagai pengukir.
Sebuah keterampilan dapat diwariskan jika ada orang yang mau belajar. Pengetahuan dapat bertahan jika ada generasi yang bersedia mendengarkan. Sebuah tradisi dapat terus hidup jika masyarakat menemukan alasan untuk mempertahankannya.








Komentar