Sekilas Info

Empat Dekade Menjaga Gorga di Tanah Batak

Penulis saat berbincang dengan Bapak Silalahi, pengukir Gorga Batak di Samosir.

Pasar yang Berubah

Wisatawan saat ini cenderung menyukai produk yang praktis dibawa pulang. Gantungan kunci, suvenir, dan produk berukuran kecil menjadi pilihan karena mudah dibawa sebagai kenang-kenangan dari Samosir.

Perubahan selera tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengukir yang selama puluhan tahun terbiasa menghasilkan karya dengan proses pengerjaan yang lebih panjang.

Masalahnya bukan karena kemampuan mengukir tidak ada. Bapak Silalahi dan para pengukir lainnya masih mampu menerima pesanan dari berbagai daerah, bahkan dari luar pulau. Persoalannya adalah bagaimana mempertemukan kemampuan tersebut dengan pasar yang lebih luas.

Promosi dan pemasaran menjadi pekerjaan rumah.

Di era ketika calon pembeli semakin banyak mencari produk melalui ruang digital, keterampilan mengukir saja tidak selalu cukup. Para pengrajin juga perlu mengetahui bagaimana memotret produk, membuat katalog, membangun identitas usaha, memanfaatkan media digital, serta menyampaikan cerita di balik karya kepada calon pembeli.

Dengan demikian, pelestarian Gorga tidak hanya berbicara tentang mempertahankan teknik tradisional. Ia juga berbicara tentang kemampuan membawa warisan tersebut masuk ke ruang ekonomi dan teknologi yang terus berubah.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8
Penulis: Pretty Luci Lumbanraja
Editor: Dedy Hu
Photographer: Pretty Luci Lumbanraja

Baca Juga