Sekilas Info

Empat Dekade Menjaga Gorga di Tanah Batak

Penulis saat berbincang dengan Bapak Silalahi, pengukir Gorga Batak di Samosir.

Gorga Singa-singa bukan ditempatkan sembarangan. Biasanya ditempatkan di bagian depan rumah untuk memperkuat kesan wibawa dan penjagaan rumah, tuturnya.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa seni ukir tradisional tidak dapat dipisahkan dari pengetahuan mengenai budaya. Pengukir bukan hanya dituntut mampu menghasilkan bentuk yang indah, tetapi juga memahami pesan yang hendak disampaikan melalui motif tersebut.

Karena itu, ketika sebuah Gorga dipahat, yang sedang dibentuk bukan hanya kayu. Ada pengetahuan leluhur yang sedang diteruskan.

Ada pula ingatan kolektif yang sedang dijaga agar tidak hilang ditelan perubahan zaman.

Menariknya, usia sebuah ukiran tidak selalu mengurangi nilainya. Bapak Silalahi menceritakan bahwa ada pembeli yang justru tertarik pada ornamen yang warnanya telah memudar. Perubahan warna akibat perjalanan waktu dianggap memberikan karakter tersendiri pada sebuah karya.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8
Penulis: Pretty Luci Lumbanraja
Editor: Dedy Hu
Photographer: Pretty Luci Lumbanraja

Baca Juga