Sekilas Info

Empat Dekade Menjaga Gorga di Tanah Batak

Penulis saat berbincang dengan Bapak Silalahi, pengukir Gorga Batak di Samosir.

Pertanyaan itu tampak sederhana. Namun, jawaban Bapak Silalahi membawa percakapan pada persoalan yang lebih mendasar tentang bagaimana masyarakat menghargai sebuah karya yang dibuat melalui keterampilan dan waktu.

Meskipun lama terpajang bukan berarti barang itu memiliki nilai jual yang rendah, ujarnya.

Ia juga menceritakan bahwa beberapa ukiran yang telah lama dipajang justru menarik perhatian wisatawan mancanegara. Bagi mereka, usia, keunikan, dan proses pengerjaan sebuah karya menjadi bagian dari daya tarik.

Di titik inilah persoalan pemasaran menjadi penting.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8
Penulis: Pretty Luci Lumbanraja
Editor: Dedy Hu
Photographer: Pretty Luci Lumbanraja

Baca Juga