Sekilas Info

Menjaga Warisan Dunia, Menghidupkan Masyarakat: Masa Depan Toba Caldera UNESCO Global Geopark

Dua pelari Trail Of The King Ultra Trail de Mount Blanc (UTMB) 2026 melintas dengan pemandanga indah di daerah Pangururan, Samosir, Sabtu (13/6/2026). Diskominfo Sumut /Fahmi Aulia

Yang justru ia rasakan adalah dampak dari status UNESCO Global Geopark itu sendiri. “Status itu membawa nama Danau Toba sampai ke level dunia. Banyak wisatawan penasaran dan datang melihat langsung keindahannya. Mereka kagum dan betah berlama-lama di Samosir,” kata Rudiman.

Bagi Rudiman, masa depan usaha homestay sangat bergantung pada keberhasilan menjaga status tersebut. “Masa depan pasti cerah. Kami selalu mendapat reservasi dari tamu yang belum pernah ke Danau Toba, termasuk wisatawan mancanegara. Geopark membuat rasa penasaran mereka tinggi,” tambahnya.

Di tengah optimisme itu, ancaman terhadap ekosistem Danau Toba juga semakin nyata. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah invasi ikan Red Devil (Amphilophus labiatus), spesies asal Amerika Tengah yang kini mendominasi sebagian perairan danau.

Pakar biodiversitas Universitas Sumatera Utara, Onrizal mengingatkan, Red Devil bukan sekadar persoalan biasa. “Ketika berada pada lingkungan yang sesuai, ikan ini dapat berkembang sangat cepat dan menekan populasi ikan lokal,” ungkapnya.

Sifat agresif, kemampuan berkembang biak tinggi, serta minimnya predator alami membuat Red Devil menjadi ancaman serius bagi ikan-ikan endemik dan sumber penghidupan nelayan.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis: Dedy Hutajulu
Editor: Redaksi DailyKlik
Photographer: Dokumen Dailyklik

Baca Juga