Sejumlah Desa di Sumut Masih Terisolasi Pascabanjir dan Longsor
Daikyklik.id, MEDAN— Sejumlah desa di Provinsi Sumatra Utara masih terisolasi pascabencana banjir dan longsor. Pemerintah pusat dan daerah terus mempercepat penanganan infrastruktur agar akses warga dapat segera pulih. Hingga Selasa malam, 6 Januari 2026, sejumlah jalur masih terbatas dan sebagian lainnya dalam tahap perbaikan.
Di Kabupaten Tapanuli Utara, akses jalan menuju Desa Siantar Naipospos sudah dapat dilalui kendaraan roda dua. Namun kendaraan roda empat masih kesulitan melintas, terutama di jalur Dusun Laktosan–Lobu Haminjon hingga perbatasan Tapanuli Tengah. Kondisi serupa terjadi di Desa Manalu Purba, Batuarimo, dan Dolok, Kecamatan Parmonangan, yang baru bisa diakses sepeda motor.
Kendaraan roda empat menuju tiga desa di wilayah tersebut hanya dapat melalui jalur alternatif dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Sementara itu, Desa Pertengahan, Hutatua, dan Hutajulu Parbalik di Kecamatan Parmonangan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua jenis trail.
Jalur darat perbatasan Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah masih terputus di Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis. Meski demikian, jalan nasional Tarutung–Sibolga dapat dilalui melalui jalur alternatif Rampa di Tapanuli Tengah. Perbaikan jalan alternatif di wilayah ini telah mencapai sekitar 80 persen dan diberlakukan sistem buka-tutup.
Pembersihan material longsor di jalur menuju Simarsaloan telah mencapai jembatan Aek Bundong. Masih tersisa sekitar dua kilometer untuk membuka akses penuh ke wilayah tersebut.








Komentar