Sekilas Info

Dari Kasur Lantai, Pasangan Asal Bugis di Sikka Bangkitkan Harapan Hidup

Navriani (33), IRT penjual kasur lantai, seprei, selimut karakter, selimut rajut, hingga kelambu dengan harga terjangkau. Dok. Dailyklik.id/ Faidin

Perjuangan mereka tak mudah. Darwis setiap hari menempuh jalan pegunungan untuk mengantar kasur kepada pelanggan, sering kali dengan motor dan medan yang terjal. “Kadang kasur diangkut pakai motor, jalan naik turun, tapi itu satu-satunya cara supaya bisa jual dan bawa pulang rejeki,” ujarnya lirih.

Selain kasur, pasangan ini juga menjual sprei, selimut karakter, selimut rajut, hingga kelambu dengan harga terjangkau. Menariknya, mereka juga membuka sistem barter dengan warga sekitar.

“Kalau ada yang tidak punya uang, bisa tukar pakai sarung tenun. Yang penting sama-sama untung, sama-sama senang,” kata Navriani sambil tersenyum.

Hasil barter berupa kain atau sarung tenun khas NTT itu kemudian ia jual kembali ke Makassar. Menurutnya, barang-barang etnik dari NTT memiliki nilai tersendiri di daerah asalnya. “Kalau sudah terkumpul banyak, biasanya saya kirim ke Makassar. Di sana banyak yang suka kain tenun dari sini,” jelasnya bangga.

Meski hidup sederhana, Navriani dan Darwis dikenal ringan tangan dan suka membantu sesama. Mereka kerap menolong tetangga yang kesulitan tanpa berharap imbalan. “Kami cuma mau hidup baik, bantu orang kalau bisa. Kalau rejeki ada, ya kita bagi,” ujarnya tulus.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Faidin
Editor: Dedy Hu
Photographer: Faidin

Baca Juga