Sekilas Info

Miskinkan Koruptor, Demi Harga Diri Bangsa

Oleh: Faidin, Alumni Universitas Muhamadiyah Maumere (UNIMOF) 

Indonesia telah merdeka selama 80 tahun. Seharusnya ini menjadi kebanggaan, tanda bahwa bangsa ini sudah kuat dan berpengalaman menghadapi berbagai tantangan. Tapi di balik perayaan dan kemeriahan, masih ada masalah besar: korupsi!

Korupsi bukan sekadar pencurian. Itu adalah pengkhianatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah menumpahkan darah demi kemerdekaan. Pejabat atau wakil rakyat yang tega mencuri uang rakyat sebenarnya adalah penjajah baru. Mereka bukan sekadar pencuri, tapi pengkhianat merah putih.

Menyedihkan melihat koruptor tertawa di televisi, hidup mewah bahkan setelah ditangkap dan dihukum. Sementara rakyat harus berjuang menghadapi harga sembako yang naik, pendidikan dan kesehatan yang mahal, serta pembangunan yang tidak sampai ke tangan rakyat.

Di usia kemerdekaan ke-80 ini, seharusnya kita sudah bebas dari korupsi. Tapi nyatanya, praktik ini terus berlanjut dari generasi ke generasi. Dari pejabat tinggi hingga oknum kecil, korupsi seolah menjadi warisan gelap yang tak pernah habis. Apakah kita rela kemerdekaan hanya dijadikan ajang pesta, sementara uang rakyat dicuri?

Koruptor harus dihukum dengan tegas. Tidak cukup hanya dipenjara atau dihukum badan. Harta mereka harus disita, kekayaan yang dicuri harus dikembalikan. Biarkan mereka merasakan susahnya hidup tanpa uang, seperti rakyat kecil yang selama ini mereka tindas. Tidak ada ruang untuk belas kasihan bagi koruptor.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Faidin
Editor: Dedy Hu
Photographer: Faidin

Baca Juga